Connect with us

Musik

Top 6 Lagu Daerah Maluku Utara Paling Populer!

Published

on

lagu daerah maluku utara

Lagu daerah merupakan salah satu wujud kekayaan budaya Nusantara yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai lokal.

Lagu daerah Maluku Utara secara khusus merepresentasikan budaya masyarakat kepulauan di bagian timur Indonesia, seperti Ternate, Tidore, Halmahera, dan wilayah sekitarnya.

Sebagai bagian dari musik tradisional, lagu-lagu ini menggunakan lirik berbahasa daerah dan irama khas yang mencerminkan kehidupan serta nilai budaya setempat.

Lagu-lagu ini tak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian tradisi dan pengajaran nilai-nilai sosial.

Dalam artikel ini, akan dibahas enam lagu daerah Maluku Utara yang paling populer dan sering digunakan dalam berbagai kegiatan budaya, pendidikan, maupun pertunjukan seni.

Setiap lagu memiliki latar belakang, makna, serta ciri khas yang mencerminkan kearifan lokal Maluku Utara.

Borero

Lagu Borero berasal dari Halmahera, salah satu pulau utama di Maluku Utara.

Lagu ini biasanya dinyanyikan dalam acara adat dan upacara penyambutan.

Kata “Borero” merujuk pada ungkapan kegembiraan dan penghormatan terhadap tamu.

Ciri khas lagu Borero:

  • Menggunakan dialek lokal Halmahera.
  • Diiringi dengan alat musik tradisional seperti tifa dan gong.
  • Dinyanyikan dalam format kelompok, sering dengan tarian penyambutan.

Makna:
Menggambarkan semangat persaudaraan dan penghormatan dalam budaya Maluku Utara.

Afala No Sojira Ngori

Lagu ini berasal dari budaya etnis di wilayah Tidore dan sekitarnya.

Judul Afala No Sojira Ngori dapat diterjemahkan secara bebas sebagai “Anak yang Berbakti kepada Orang Tua”.

Ciri khas:

  • Mengandung lirik nasihat dan nilai moral.
  • Digunakan dalam konteks pendidikan anak-anak dan pembentukan karakter.
  • Bernuansa tenang dan reflektif.

Makna:
Menekankan pentingnya rasa hormat terhadap orang tua dan keluarga, sebuah nilai inti dalam masyarakat Maluku Utara.

Goro-Gorone

Lagu Goro-Gorone dikenal dari lagu daerah maluku utara, khususnya sebagai lagu rakyat dari Ternate, Kata “goro-goro” merujuk pada gotong royong atau kerja bersama, yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.

Elemen penting:

  • Lirik menggunakan bahasa Ternate.
  • Irama cepat, bersemangat, mencerminkan suasana kerja bersama.
  • Sering dinyanyikan saat kegiatan bersama seperti panen atau pembangunan rumah.

Makna:
Mendorong semangat kebersamaan, kerja tim, dan rasa tanggung jawab sosial.

Ira-Ira Ngana Na Raka

Asal Daerah: Maluku Utara (Ternate/Tidore)

Makna Judul:

Dalam bahasa daerah setempat, “Ira-ira” berarti marah atau kesal, sedangkan “ngana na raka” kurang lebih berarti “kau bilang begitu” atau “kamu yang bilang”.

Jadi secara bebas, “Ira-ira ngana na raka” dapat dimaknai sebagai “Kesal, kamu sendiri yang bilang begitu.”

Isi dan Makna Lagu:

lagu daerah maluku utara ini menggambarkan perasaan kesal atau kecewa seseorang terhadap orang lain yang mungkin ingkar janji, berubah sikap, atau menyalahkan orang lain padahal ia sendiri yang memulai.

Nuansa lagu ini cukup ringan dan jenaka meski temanya tentang kekesalan, sesuai dengan karakter lagu daerah timur Indonesia yang sering disampaikan secara ekspresif dan penuh rasa.

Biasanya, lagu ini dinyanyikan dengan gaya yang riang dan penuh semangat, meskipun isi liriknya menggambarkan situasi “ngambek” atau kecewa ringan.

Ini mencerminkan budaya masyarakat Maluku Utara yang penuh ekspresi, tetapi tetap hangat dan humoris dalam menghadapi konflik kecil sehari-hari.

Ciri Khas Lagu:

  • Menggunakan bahasa daerah Maluku Utara
  • Dinyanyikan dengan intonasi khas timur: semangat, ekspresif, kadang lucu
  • Musik pengiring biasanya menggunakan alat tradisional seperti tifa atau ukulele lokal
  • Irama cepat dan ceria

Buka Pintu

Buka Pintu adalah lagu daerah Maluku Utara yang sangat populer, khususnya di kalangan anak-anak.

Lagu ini bernuansa jenaka dan ringan, sering digunakan dalam permainan tradisional atau sebagai bagian dari materi pembelajaran di sekolah.

Karakteristik:

  • Lirik sederhana dan mudah diingat.
  • Mengandung unsur interaktif dan humor.
  • Ritme cepat dan dinamis.

Makna:
Melatih keberanian, komunikasi, dan kebersamaan di kalangan anak-anak.

Dela Rupa-Rupa

Lagu Dela Rupa-Rupa adalah salah satu lagu anak-anak dari Maluku Utara yang menyampaikan pesan-pesan edukatif melalui permainan kata dan irama ceria.

Fakta penting:

  • Dinyanyikan oleh anak-anak di lingkungan sekolah atau komunitas.
  • Menggunakan lirik berulang yang mudah dihafal.
  • Kerap dibawakan dengan gerakan atau permainan iringan.

Makna:
Mengajarkan nilai kebersamaan, keceriaan, dan penghargaan terhadap budaya lokal sejak dini.

Kesimpulan

Enam lagu daerah Maluku Utara yang telah dibahas di atas merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia timur.

Lagu-lagu seperti Borero, Afala No Sojira Ngori, hingga Dela Rupa-Rupa bukan hanya media hiburan, tetapi juga alat untuk mentransmisikan nilai-nilai sosial, norma budaya, dan semangat kebersamaan kepada generasi muda.

Memahami dan memperkenalkan lagu daerah Maluku Utara kepada masyarakat luas merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian budaya lokal yang kaya makna dan sejarah.

Dengan demikian, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply