wisata
Museum di Bogor yang mesti dikunjungi wisatawan

Jawa Barat memang memiliki banyak tempat wisata menarik. Salah satunya, Museum di Bogor. Ada banyak hal yang bisa dilihat disana. Selain sebagai tempat wisata untuk bersenang-senang tempat di mesium akan menambah wawasan.
Apa saja Museum di Bogor yang bisa anda kunjungi? Berikut 4 meseum yang menawarkan keunikan masing-masingnya.
Zoologi Museum di Bogor dengan beribu jenis faunanya.
Museum Zoologi terletak di dalam kebun raya bogor. Untuk dapat menikmatinya, anda perlu sedikit merogoh kocek membayar tiket masuk terusan di kebun raya.
Di museum ini ada dapat melihat fauna yang berbagai jenis. Museum Zoologi menyimpan 650 jenis binatang mamalia, 1.100 jenis burung yang berbagai wilayah di Indonesia, 600 jenis reptil dan ikan, 10.000 jenis serangga, 700 jenis invertebrata dan 2.300 jenis moluska.
Buat anda pecinta fauna, anda mesti datang ke museum ini. Anda akan terpukau melihat isi museum zoologi ini karena fauna ini asli Indonesia.
Fauna yang berada didalam museum ini terdapat di dalam satu ruangan kaca besar. Beberapa juga yang terpasang di dinding. Serunya lagi, semua fauni ini memiliki ruangan sendiri, dibagi tergantung spesiesnya.
Bila berbicara tentang tempat meseum ini, tidaklah mungkin melepaskannya dari kaitannya dengan yang namanya Kebun Raya Bogor. Apa yang ada di Kebun Raya Bogor dan museum ini semuanya memiliki satu kesamaan.Keduanya didirikan untuk penelitian terutama yang berkaitan dengan tanaman/flora dan fauna.
Museum Zoologi Bogor awal mulanya berdiri sebagai sebuah laboratorium kecil bernama Landbouw Zoologisch Laboratorium (Laboratorium Pertanian dan Zoology) di tahun 1894. Saat berdiri tujuannya untuk meneliti serangga hama bagi pertanian. Penggagasnya adalah J. C. Koningsberger ahli botani berkebangsaan Jerman.
Museum Herbarium di Bogor
Nah museum herbarium ini terletak juga di dalam kebun raya bogor. Seperti museum zoologi, tetapi di dalam museum herbarium yang disimpan hanya flora.
Museum herbarium juga dipakai untuk tempat penelitian para ilmuwan guna memeriksa jenis – jenis tumbuhan dan memastikan suatu spesies tanaman.
Di dalam museum ini juga menjadi tempat untuk menyimpan tempat cadangan keaslian tumbuhan Indonesia. Herbarium adalah meseum di Bogor merupakan salah satu cara penyelamatan jika tumbuhan sudah punah di tempat asalnya.
Herbarium dikenal sebagai “Ruang Tumbuhan”. Di tempat tersebut terdapat berbagai jenis tumbuhan yang memang dijadikan sebagai koleksi. Kumpulan ratusan bahkan ribuan jenis tumbuhan digunakan sebagai materi penelitian ilmu botani, untuk mendukung perkembangan ilmu biologi.
Herbarium Bogoriense, atau yang lebih dikenal dengan herbarium bogor merupakan tempat koleksi tumbuhan pertama yang ada di Indonesia. Tempat tersebut dijadikan sebagai sarana untuk mengkoleksi dan meneliti berbagai jenis tumbuhan yang ada di tanah air. Kurang lebih sebanyak terdapat 2 juta koleksi tumbuhan (koleksi kering dan basah) ada di tempat tersebut. Dalam naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Herbarium bogor kini telah mengalami berbagai perubahan di berbagai bidang.
Museum PETA (PEMBELA TANAH AIR) di Bogor
Museum PETA terletak di pinggir jalan Sudirman kota Bogor. Museum ini menyimpan sejarah tentang terbentuknya PETA dan peranan PETA dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.
Museum di Bogor yang satu ini memiliki koleksi senjata para tentara PETA yang berjejer di dalam museum. Dulunya museum ini digunakan sebagai pusat pelatihan tentara PETA.
Anda akan mendapat banyak pejaran tentang sejarah mengusir penjajah disini. Patung jendral Sudirman dan Supriyadi di dalamnya akan membangkitkan jiwa cintaTanah Air.
Etnobotani Bogorienses Museum di Bogor dengan ribuan artefakta
Museum Etnobotani bogorienses terletak di jalan Juanda no 22-24, Bogor. Di dalam museum ini dipamerkan sekitar 2000 macam artefakta. Dalam artefakta digantungkan label yang bertuliskan nama benda, bahannya, kegunaannya dan dari mana asalnya.
Artefak atau peninggalan materi yang berasal dari alam (tumbuhan) dan perannya dalam kehidupan suku suku bangsa di Indonesia.
Museum ini didirikan oleh Dr. Sarwono Prawiroharjo, pada tahun 1960-an pada saat beliau menjadi ketua LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Tiket masuk ke dalam museum ini cuma 5.000 rupiah saja. Murah kan? tetapi karena kurangnya promosi museum ini sepi pengunjung padahal kalau kita main ke dalam museum ini kita mendapatkan sesuatu informasi sejarah yang sangat memukau.

You must be logged in to post a comment Login