Apa Itu Konten Pilar? Bagaimana cara membuatnya?

Apa itu konten pilar

Apa Itu Konten Pilar? Dan Mengapa Penting Untuk SEO? Tenang, Anda akan benar-benar memahami tentang tehnik SEO On Page hebat ini.

Inilah yang sering terjadi

Baru saja Anda berpikir mengerti SEO… Pembaharuan mesin pencari terjadi lagi! Cara orang melakukan pencarian juga berubah. Terus terjadi lagi. Begitulah..

“Dimengerti” adalah kata yang kuat. Algoritme mesin pencari berubah dengan cepat, sulit untuk mengikuti strategi terbaik dalam mengoptimalkan website Anda, agar peringkat di halaman pertama SERPs.

Tetapi perubahan itu adalah bagian dari dinamika permainan. Jadi pertahankan kata kunci untuk selalu berada diposisi. Dan saat Anda sudah mengetahui apa itu konten pilar, maka ia yang akan menjadi jawabnya.

Tidak ada yang statis

Perilaku pencarian manusia berubah, dan demikian pula teknologi yang digunakan untuk menafsirkan dan menyajikan hasil pencarian.

Mengoptimalkan konten blog untuk memberi peringkat melalui kata kunci berekor panjang (long tile), tidak efektif. Dan bukan lagi cara terbaik menentukan peringkat dalam hasil mesin pencari – dan  arsitektur blog Anda ada hubungannya dengan itu.

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas tentang bagaimana menghadapi itu. Memahami apa itu cluster topik. Dan bagaimana konten pilar mampu mengubah permainan.

Apa Itu Cluster Topik?

Seperti yang sudah disinggung diatas,: Cara pencarian orang berubah, dan pada gilirannya, itu mulai mengubah cara SEO dan blogger dalam membuat konten. Inilah dasar primer – bahwa, cara orang melakukan pencarian selalu berubah.

Orang-orang mengirimkan kata kunci pertanyaan pencarian yang lebih panjang. Dan lebih banyak frasa.

Bayangkan diri Anda, sebelum memasuki pencarian Google. Jika Anda mencari tempat makan sushi, apakah Anda mencari “restoran”, atau mencari “restoran Jepang di dekat saya”?

Jika Anda memilih opsi kedua, Anda adalah mayoritas: 64% pencarian adalah empat kata atau lebih, berdasarkan analisis, semakin banyak permintaan pencarian frasa bentuk-panjang ini, yang membantu orang menemukan informasi yang tepat. Untuk yang mereka sedang cari.

Ini sebagian disebabkan oleh meningkatnya pencarian suara. Antara Siri dan Asisten Google, 20% pencarian Google seluler dilakukan melalui pencarian suara, dan berkat kebangkitan Amazon Echo dan perangkat Google Home, persentase ini pasti akan meningkat.

Tetapi, pencarian suara bukan satu-satunya alasan orang mengirimkan kata kunci yang lebih panjang. Pertama, ada banyak konten di luar sana – dan kualitas jauh melebihi kuantitas.

Orang-orang mengirimkan pertanyaan yang lebih rinci. Mmilah-milah sampah untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, agar lebih cepat.

Orang-orang juga membaca sepintas lalu – sering mengandalkan judul posting blog atau informasi utama Google, untuk mendapatkan jawaban sederhana atas pertanyaan dengan cepat.

Mesin pencari semakin baik dalam memilah-milah ribuan konten di luar sana. Untuk memuaskan pengguna mereka. Malalui penyajian hasil terbaik, dan paling akurat.

Mesin pencari semakin cerdas dalam menyediakan apa yang diinginkan pencari.

Algoritme Google terus berevolusi! Untuk memberikan jawaban terbaik pada permintaan pencarian.

Beberapa dari perubahan ini, termasuk menghukum situs yang terlalu banyak membuat tautan internal yang tidak relevan, menginterpretasikan kueri ‘percakapan’ sebagai pemikiran keseluruhan, bukan kata kunci individual, dan menggunakan ‘machine-learning’ untuk menyajikan interpretasi yang lebih akurat dari istilah tertentu.

Apa artinya semua ini: Google membantu pencari menemukan informasi seakurat mungkin – bahkan  jika itu bukan apa yang mereka cari. Memberi semacam opsi.

Misalnya, jika Anda mencari “sepatu lari,” Google sekarang juga akan menyajikan hasil untuk “sepatu olahraga”.

Ini berarti bahwa, blogger dan SEO, perlu menjadi lebih baik lagi dalam membuat dan mengatur konten, mengatasi setiap kesenjangan yang dapat mencegah pencari untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Sekarang, situs Anda perlu diatur sesuai dengan topik utama yang berbeda, dengan posting blog. Tentang kata kunci spesifik dan kata kunci panjang berantai, satu sama lain, untuk mengatasi sebanyak mungkin pencarian tentang subjek tertentu. Disini peran model kluster topik.

Cluster topik, membantu lebih banyak peringkat halaman, untuk memberikan jawaban yang lebih baik kepada pencari.

Cara kebanyakan blog terstruktur, blogger dan SEO telah bekerja untuk membuat posting blog individu.  Yang memberi peringkat untuk kata kunci tertentu.

Hasilnya tidak teratur, dan sulit bagi pengguna untuk menemukan informasi yang tepat yang ia butuhkan.

Ini juga menghasilkan URL Anda sendiri yang bersaing satu sama lain dalam peringkat mesin pencari, ketika Anda menghasilkan banyak posting blog tentang topik yang sama.

Lihat gambar arsitektur blog konvensional;

Sekarang, untuk menentukan peringkat dalam pencarian dan memberi jawaban terbaik pertanyaan jenis baru yang diajukan oleh pencari, solusinya adalah dengan menggunakan model klaster topik:

Pilih topik luas yang ingin Anda peringkatkan, kemudian buat konten berdasarkan kata kunci spesifik yang terkait dengan itu topik, yang semua tertaut satu sama lain, untuk menciptakan otoritas mesin pencari yang lebih luas.

Dengan menggunakan model ini, maka seharusnya, infrastruktur blog akan terlihat seperti gambar dibawah ini. Dimana, topik spesifik yang dikelilingi oleh posting blog yang terkait dengan topik tersebut, terhubung ke URL lain di cluster melalui hyperlink:

Model ini, menggunakan arsitektur situs yang terencana. Disengaja untuk mengatur dan menautkan URL bersama untuk membantu lebih banyak halaman pada peringkat situs Anda di Google – dan untuk membantu pencari menemukan informasi di situs Anda dengan lebih mudah.

Arsitektur ini terdiri dari tiga komponen – konten pilar, konten cluster, dan hyperlink:

Selanjutnya, kita akan membahas apai itu konten pilar – yang fungsinya mewakili topik utama. Untuk coba coba diberi rangking oleh blogger dan SEO, dengan membuat potongan konten klaster yang lebih spesifik.

Apa Itu Content Pilar?

Halaman pilar adalah dasar, di mana sebuah cluster topik dibangun. Halaman pilar mencakup semua aspek topik pada satu halaman, dengan ruang untuk pelaporan yang lebih mendalam dalam posting blog klaster. Dibuat dengan lebih rinci yang hyperlink mengarah kembali ke halaman pilar.

Halaman pilar dibuat secara luas mencakup topik tertentu, dan konten kluster membahas kata kunci spesifik yang terkait dengan topik tersebut secara mendalam.

Misalnya, Anda dapat menulis halaman pilar tentang konten marketing – topik luas – dan sepotong konten klaster tentang blogging – kata kunci yang lebih spesifik dalam topik tersebut.

Halaman pilar, lebih panjang dari posting blog biasa – karena mencakup semua aspek topik yang Anda coba peringkat – tetapi tidak terlalu mendalam. Untuk itulah konten cluster.

Anda ingin membuat halaman pilar yang menjawab pertanyaan tentang topik tertentu, tetapi memberi ruang untuk lebih detail dalam konten cluster berikutnya yang terkait.

Sebagai contoh, halaman pilar tentang pemasaran Instagram. Ini memberikan gambaran menyeluruh tentang cara menggunakan Instagram, dan itu hyperlink ke bagian-bagian tertentu dari konten cluster – seperti posting blog ini tentang cara menulis teks Instagram yang baik. Dalam hal ini, itu mencoba memberi peringkat untuk topik yang terkait dengan Instagram.

Halaman pilar berfungsi sebagai panduan 101 untuk pemasaran Instagram, dan potongan konten klaster menyelami satu aspek spesifik pemasaran Instagram – menulis salinan teks yang hebat.

Cara Membuat Konten Pilar

Langkah pertama untuk membuat konten pilar adalah berhenti memikirkan situs Anda hanya dengan kata kunci.

Mulailah berpikir tentang topik yang ingin Anda rangking pertama – kemudian, pikirkan ide topik blog berdasarkan kata kunci yang lebih spesifik terkait dengan topik yang lebih luas.

Pikirkan tentang minat dan tantangan utama persona audiens inti Anda, untuk memberi Anda gagasan untuk konten halaman pilar.

Pilih topik yang cukup luas. Sehingga dapat menghasilkan lebih banyak posting blog terkait yang akan berfungsi sebagai konten klaster, tetapi tidak terlalu luas, yang membuat Anda tidak dapat mencakup seluruh topik pada satu halaman pilar.

Misalnya, dalam, “media sosial” adalah topik yang terlalu luas, tetapi “teks Instagram” akan terlalu sempit. “Pemasaran Instagram” cukup luas, sehingga dapat menautkan lebih banyak posting blog yang masuk ke Instagram secara lebih rinci, tetapi masih cukup spesifik. Sehingga dapat menulis konten pilar yang komprehensif tentang hal itu.

Konten pilar harus menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin dimiliki seorang pencari, tentang suatu topik – yang akan membuat mereka ingin mengklik halaman pilar Anda, ketika mereka memasukkan istilah pencarian Google yang menjadi peringkat halaman Anda.

Kemudian, mereka akan mengklik ke content pilar Anda untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka, yang akan menautkan ke bagian yang lebih spesifik dari konten cluster yang di-hyperlink pada konten pilar.

Sebagai contoh, inilah yang terlihat di halaman pilar pemasaran Instagram:

Paragraf-paragraf ini mencakup aspek-aspek pemasaran Instagram, dan hyperlink ini mengarahkan ke bagian-bagian tertentu dari konten klaster yang terkait dengan topik tersebut. Masuk akal?

Jika tidak, jangan khawatir – kami siap membuat konten pilar untuk mengingkatkan SEO website Anda melalui layanan Genius Konten Pilar dalam paket Jasa SEO Profesional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *